Buku ketiga serial Blydon ini juga telah diterjemahkan oleh Dastan. Menceritakan sahabat Emma dan Belle yaitu William Dunford dengan Henrietta Barret.

Henrietta Barrett, alias Henry, suka mengenakan celana dan kemeja seperti laki-laki. Selain itu, ia mampu mengelola estat walinya dengan baik. Namun, ketika walinya meninggal, estat itu diwariskan kepada seorang sepupu jauh yang bahkan tidak dikenalnya.

William Dunford, bujangan yang paling sulit dipikat di London, sangat terkejut ketika ia mendapat warisan estat dan gelar. Namun, ia tidak menduga kalau warisan itu termasuk menjadi wali Henry. Dunford yang digilai wanita-wanita kalangan atas namun menolak untuk terikat, tergetar hatinya melihat kepolosan dan gaya bicara Henry yang terus terang. Di lain pihak, Henry tidak menyangka kalau walinya begitu muda dan tampan. Jantung Henry langsung berdebar kencang ketika melihat Dunford untuk pertama kalinya.

Dunford, yang merasa memiliki kewajiban untuk mendidik Henry menjadi seorang lady yang anggun, membawanya ke London untuk melakukan debut. Namun, ketika banyak laki-laki mulai terpikat dan mendekati Henry, mampukah Dunford merelakan gadis perwaliannya itu menjadi milik laki-laki lain? Setelah melakukan debut yang sukses, apakah perasaan Henry masih sama kepada Dunford? Karena untuk menaklukkan seorang playboy tampan dibutuhkan lebih dari sekadar kecantikan…

Download novelnya

Iklan